Dalam dunia logistik dan distribusi, pallet menjadi komponen vital untuk mendukung proses penyimpanan, transportasi, dan pengiriman barang. Salah satu jenis pallet yang paling banyak digunakan adalah pallet kayu, terutama karena harganya yang relatif lebih terjangkau dan mudah diperoleh. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi dan standar higienis, muncul pertanyaan: seberapa besar sebenarnya kekuatan pallet kayu dan kapan sebaiknya perusahaan mempertimbangkan beralih ke pallet plastik?
Daftar Isi

Fakta Penting tentang Kekuatan Pallet Kayu
Pallet kayu umumnya dibuat dari material seperti kayu jati belanda, meranti, atau pinus. Daya tahannya bergantung pada jenis kayu, kualitas produksi, serta standar perlakuan (treatment) yang diterapkan. Berikut beberapa fakta penting:
- Kapasitas beban: Pallet kayu dapat menahan beban statis hingga 2.000–3.000 kg, sementara kapasitas dinamis biasanya berkisar 1.000–1.500 kg.
- Kekuatan struktural: Struktur papan dan balok kayu memberikan stabilitas yang cukup baik untuk berbagai barang industri maupun FMCG.
- Perawatan: Pallet kayu perlu perlakuan khusus seperti fumigasi atau heat treatment agar bebas dari hama dan jamur.
Kelebihan Menggunakan Pallet Kayu
Banyak perusahaan masih menggunakan pallet kayu karena beberapa keunggulannya:
- Harga terjangkau – Lebih murah dibanding pallet plastik, terutama untuk pemakaian sekali jalan (one way).
- Mudah diperbaiki – Bagian yang rusak dapat diganti tanpa perlu membeli pallet baru.
- Ketersediaan luas – Mudah didapat di hampir semua wilayah industri.
- Dapat didaur ulang – Bahan kayu dapat digunakan kembali untuk keperluan lain.
- seperti bahan bakar biomassa atau kerajinan industri ringan.
Kekurangan Pallet Kayu yang Perlu Diketahui
Meski kuat, pallet kayu juga memiliki keterbatasan yang sering menjadi kendala:
- Tidak higienis – Rentan terhadap jamur, rayap, dan bakteri sehingga kurang cocok untuk industri makanan dan farmasi.
- Berat – Bobotnya lebih berat dibanding pallet plastik, sehingga menambah biaya transportasi.
- terutama pada pengiriman dalam jumlah besar.
- Cepat rusak – Mudah patah, retak, atau rusak jika terkena kelembaban berlebih.
- Tidak seragam – Standar ukuran dan kualitas kayu bisa bervariasi, sehingga tidak selalu konsisten.
- hal ini dapat mengganggu kinerja sistem penyimpanan otomatis.

Kapan Sebaiknya Beralih ke Pallet Plastik?
Pallet kayu memang masih relevan, namun dalam kondisi tertentu perusahaan lebih baik mempertimbangkan pallet plastik. Beberapa situasi ideal untuk beralih adalah:
- Industri makanan, minuman, atau farmasi – Membutuhkan standar kebersihan tinggi.
- Distribusi ekspor – Menghindari prosedur fumigasi yang rumit.
- Penggunaan intensif jangka panjang – Pallet plastik lebih tahan lama, tidak mudah rusak, dan hemat biaya dalam jangka panjang.
- terutama untuk gudang dengan aktivitas forklift tinggi.
- Kebutuhan logistik modern – Lebih kompatibel dengan sistem rak gudang (racking system) dan peralatan otomatis.
Studi Kasus
Sebuah perusahaan distributor minuman di Surabaya awalnya menggunakan pallet kayu untuk semua pengiriman. Namun, tingginya tingkat kerusakan pallet — terutama akibat kelembaban ruang pendingin — membuat biaya perawatan meningkat hingga 18% per tahun. Setelah beralih ke pallet plastik untuk area cold storage, perusahaan berhasil menurunkan kerusakan pallet hingga di bawah 3% dan mempercepat proses bongkar muat karena pallet lebih ringan dan seragam ukurannya.
Kesimpulan
Kekuatan pallet kayu memang masih relevan untuk mendukung kebutuhan logistik dengan kapasitas beban besar dan biaya awal yang lebih murah. Namun, kelemahan dari sisi higienis, daya tahan, dan berat membuat pallet kayu tidak selalu menjadi pilihan terbaik, khususnya untuk industri modern yang mengutamakan efisiensi. Dalam banyak kasus, beralih ke pallet plastik menjadi keputusan strategis untuk mendukung kelancaran distribusi sekaligus menekan biaya jangka panjang.